Kisah Tetesan Air Mata ( Eluh Berru Tinambunan) Di Gunung Soppolon Sionom Hudon Sumatera Utara,
(0 User reviews)
5
978-602-9414-20-2
CV. Mitra
2012
Cetakan Pertama, Tahun 2012
74
ID
Indonesia
Ragam perjalanan hidup sepertinya telah melekat pada diri masing-masing dan tidak dapat dielakkan. Ini merupakan suratan tangan. Penguasa, pengayom, orang yang terbelenggu, tersiksa dan terpinggirkan, semua itu memiliki karakter yang berbeda pula. Kehidupan yang pahit tidak dapat dielakkan. Dan bagi orang beriman dari agama mana pun, di situlah letak rahasia kebesaran Tuhan. Putri Bittang Maratur atau disebut juga bernama Pittauli, dalam perjalanan hidupnya berakhir dengan keprihatinan yang menyedihkan. Bahkan, setelah wafat nama kecilnya pun hampir terlupakan, berubah sesuai keanehan yang terjadi pada jasadnya. Luka celaka karena terjatuh, mengeluarkan darah beruarna putih dari tubuhnya. Kesaksian kejadian tersebut menyebar, sebab itu ia disebut "Putri Berdarah Putih"
Ragam perjalanan hidup sepertinya telah melekat pada diri masing-masing dan tidak dapat dielakkan. Ini merupakan suratan tangan. Penguasa, pengayom, orang yang terbelenggu, tersiksa dan terpinggirkan, semua itu memiliki karakter yang berbeda pula. Kehidupan yang pahit tidak dapat dielakkan. Dan bagi orang beriman dari agama mana pun, di situlah letak rahasia kebesaran Tuhan. Putri Bittang Maratur atau disebut juga bernama Pittauli, dalam perjalanan hidupnya berakhir dengan keprihatinan yang menyedihkan. Bahkan, setelah wafat nama kecilnya pun hampir terlupakan, berubah sesuai keanehan yang terjadi pada jasadnya. Luka celaka karena terjatuh, mengeluarkan darah beruarna putih dari tubuhnya. Kesaksian kejadian tersebut menyebar, sebab itu ia disebut "Putri Berdarah Putih"