Bukit Batu Mangorong
Novel Bukit Batu Mangorong adalah cerita piksi yang mengambil lokasi di daerah Mandailing, tepatnya di desa Hutapungkut kabupaten Madina Sumatera Utara, dengan peristiwa kehidupan jauh sebelum Indonesia merdeka. Nama-nama orang atau daerah yang ada dalam novel ini tidak ada sangkut pautnya dengan nama-nama erang atau daerah yang secara kebetulan ada bersamaan. Jakuat Haruaya, sosok ayah yang penuh tanggung jawab serta Suri Gading sang ibu yang penuh kasih sayang, harus menelan pil pahit dengan perkelahian dua anak kembar yang sangat mereka banggakan, yang justru perkelahian itu jauh-jauh hari telah diingatkan sang ayah agar jangan sampai terjadi, karena akan membawa malapetaka dan kehancuran bukan hanya kepada diri mereka saja, tapi kepada seluruh alam di sekitamya. Tapi suratan mematg harus begitu, apa yang ditakutkan Jakuat sosok manusia kuat dan tangguh itu, akhirnya pecah juga. Kiamat kecil melanda Bukit batu mangorong. Angin hitam pekat menyelamatkan kebenaran, menyelamatkan jiwa yang suci hijrah ke tenpat yang jauh.