Cerita Rakyat Simalungun Dewi Areni
(0 User reviews)
7
-
Pemerintah Daerah Tingkat I Sumut
1999
-
42
ID
Indonesia
Kampung Aren, salah satu desa di Kecamatan Bosar Maligas Kabupaten Simalungun Sumatera Utara, adalah desa penghasil gula merah. Berton-ton hasil bumi dari desa ini dan sekitarnya berupa gula merah dibawa penduduknya untuk dijual di Pematang Siantar Gula merah tersebut diperoleh penduduk dari hasil
menoreh tangkai buah pohon aren sehingga mengeluarkan air nya yang benama air nira dan manis rasanya Tetes demi tetes nira ditampung selama satu malam dalam sebuah lumbung bambu yang digantungkan ditangkat buah yang ditoreh.
Kampung Aren, salah satu desa di Kecamatan Bosar Maligas Kabupaten Simalungun Sumatera Utara, adalah desa penghasil gula merah. Berton-ton hasil bumi dari desa ini dan sekitarnya berupa gula merah dibawa penduduknya untuk dijual di Pematang Siantar Gula merah tersebut diperoleh penduduk dari hasilmenoreh tangkai buah pohon aren sehingga mengeluarkan air nya yang benama air nira dan manis rasanya Tetes demi tetes nira ditampung selama satu malam dalam sebuah lumbung bambu yang digantungkan ditangkat buah yang ditoreh. Keesokan harinya air nira diambil dan dimasak sehingga mengental menjadi gula merah. Tumbuhan aren yang termasuk jenis rumpun palem, sangat banyak ditemukan di desa Aren dan sekitarnya. Pohon aren tumbuh berrumpun-rumpun seperti pohon bambu. Serabutbatangnya berrnama ijuk, dapat digunakan sebagai atap rumah atau sebagai bahan sapu pembersih lantai rumah. Buahnya yang setelah dikupas berwarna putih dan dapat diolah, dapat dijadikan makanan yang bermama kolang-kaling. Biasanya makanan ini dihidangkan pada waktu hari raya ldul Fitri, Dalamsehar-hari makanan ini dijadikan buah campuran minuman es Menurut cerita yang terdapat di desa Aren pohon-pohon aren ini adalah penjelmaan tubuh dari Dewi Areni, sebagai tanda terima kasihnya kepada penduduk kampung Aren, dan santapan bagi anak yang ditinggalkannya di dunia.Beragam cerita rakyat tentang asal usul pohon aren yang terdapat di seluruh penjuru tanah air Namun ceritadongeng yang satu ini mempunyai versi tersendiri. Keabsahannya tentu tidak dapat diterima oleh akal Namunsebagai warisan budaya yang bernilai seni bentuk ini harus dilestarikan. Berkaitan dengan hal tersebut di atas naskah ini dimaksudkan sebagai peserta dalam Lomba Penulisan cerita Rakyat, yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Tingkat Propinsi Sumatera Utara .Semoga naskah tuisan ini Membawa manfaat bagi kitasemua.Kampung Aren, salah satu desa di Kecamatan Bosar Maligas Kabupaten Simalungun Sumatera Utara, adalah desa penghasil gula merah. Berton-ton hasil bumi dari desa ini dan sekitarnya berupa gula merah dibawa penduduknya untuk dijual di Pematang Siantar Gula merah tersebut diperoleh penduduk dari hasilmenoreh tangkai buah pohon aren sehingga mengeluarkan air nya yang benama air nira dan manis rasanya Tetes demi tetes nira ditampung selama satu malam dalam sebuah lumbung bambu yang digantungkan ditangkat buah yang ditoreh. Keesokan harinya air nira diambil dan dimasak sehingga mengental menjadi gula merah. Tumbuhan aren yang termasuk jenis rumpun palem, sangat banyak ditemukan di desa Aren dan sekitarnya. Pohon aren tumbuh berrumpun-rumpun seperti pohon bambu. Serabutbatangnya berrnama ijuk, dapat digunakan sebagai atap rumah atau sebagai bahan sapu pembersih lantai rumah. Buahnya yang setelah dikupas berwarna putih dan dapat diolah, dapat dijadikan makanan yang bermama kolang-kaling. Biasanya makanan ini dihidangkan pada waktu hari raya ldul Fitri, Dalamsehar-hari makanan ini dijadikan buah campuran minuman es Menurut cerita yang terdapat di desa Aren pohon-pohon aren ini adalah penjelmaan tubuh dari Dewi Areni, sebagai tanda terima kasihnya kepada penduduk kampung Aren, dan santapan bagi anak yang ditinggalkannya di dunia.Beragam cerita rakyat tentang asal usul pohon aren yang terdapat di seluruh penjuru tanah air Namun ceritadongeng yang satu ini mempunyai versi tersendiri. Keabsahannya tentu tidak dapat diterima oleh akal Namunsebagai warisan budaya yang bernilai seni bentuk ini harus dilestarikan. Berkaitan dengan hal tersebut di atas naskah ini dimaksudkan sebagai peserta dalam Lomba Penulisan cerita Rakyat, yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Tingkat Propinsi Sumatera Utara .Semoga naskah tuisan ini Membawa manfaat bagi kitasemua.