eDeposit
699 Koleksi ditemukan
Kampoeng Horas
Penulis: Evi Andrian
Medan merupakan kota terbesar ketiga setelah jakarta dan surabaya, yang memiliki dya tarik bagi wisatawan baik melalui objek wisatanya, kebiasaan masyarakatnya, adat istiadatnya, makanan khas daerahnya, tarian daerah, dan lain-lain yang menyimpan banyakhikmah dan misteri sehingga perlu direkam dalam bentuk cerita-cerita yang menggugah untuk berbagi pengalaman hidup. Tulisan dalam buku ini memberikan deskripsi tentang kehidupan di kota medan, sehingga dapat dijadikan panduan informasi yang diperlukan bagi orang-orang yang ingin berkunjung ke medan, maupun masyarakat yang sudah ada di kota medan sendiri. karena menceritakan suatu realitas kehidupan pendududk dimedan dengan tetap mempertahankan nilai-nilai budaya yang tertanam di dalam kehidupan.
Pincala Antologi Puisi Karo Indonesia
Penulis: Tariganu
Tahun 1957 waktu duduk di bangku kelas dua SMA dia telah mulai mengirim tulisan dalam bentuk sajak-sajak ke mass media. Yang berbahasa Tionghoa a.l. dimuat padarubrik seni sastra Qiu sheng (suara musim gugur) Tabloid su dong Xue Bao, Medan dan jaue in Zhou kan (Majalah Mingguan Sadar) Jakarta. Yang berbahasa indonesia dan karo-indonesia dimuat pada majalah "suara pemuda" yang menyediakan rubik puisi dua halaman penuh untuk puisi-puisi berbahasa indoneisa, karo-indonesia, dan Simalungun indonesia.
Jop Ni Roha Pardomuan ( Paradaton Tapanuli Selatan)
Penulis: Marakub M
In Sosial, 390 - Norma , Etika dan Tradisi, Buku
Mardongan hapatunan maradopkon dongan na dua tolu na manise buku jop ni roha pardomuan on. Songon na mulak tu pudi, rupa dung sidung naskah ni buku on dipadomu domu/ disusun alm. Bgd. Marakub M, nada sadia lolot ibana pe marujung ma ngoluna
Hukum Agraria Menurut Adat Dalihan Natolu
Penulis: Ir. L.P. Hasibuan
In Sosial, 340 - Hukum, Buku
Pemerintah Penjajahan Belanda sepenuhnya wewenang Pengawasan, Tanggung-jawab atas tanah di Tapanuli selatan terletak di tangan panusunan Bulung. Justru karena itu lah meka diwilayah ini dibuat dan dinyatakan pokok hukum agraria, dimana tanah Negeri itu menajdi "HAK- WILAYAT"
Adat Perkawinan Masyarakat Melayu Pesisir Sumatera Timur
Penulis: O.K Moehad Sjah
In Sosial, 390 - Norma , Etika dan Tradisi, Buku
Tujuan penulis menyusun buku ini untuk memenuhi janji Ayahanda Hasbullah Ma'ruf, dan untuk memenuhi harapan beliau yang dipesankannya kepada penulis. Pesan untuk disampaikan beliau sewaktu menyerahkan naskah cara-cara nikah- kawin adat melayu pesisir simatera timur, yang baru selesai dijilidnya desember 1977, diperbanyak terbatas untuk kalangan keluarga, dan penulislah yang pertama sekali menerima naska itu.
Karya Tulis Ilmiah Adat Melayu Batubara
Penulis: Mustofal Akhyar, Dkk
In Sosial, 390 - Norma , Etika dan Tradisi, Buku
Penerbitan buku karya tulis ini, Bertujuan Untuk menambah koleksi bahan bacaaan pustaka dan memperbanyak khazana judul pilihan bagi masyarakat pemustaka, Guna menunjang program pengembangan budaya baca masyarakat dari perkotaan sampai ke pelosok pedesaan.
Adat Dohot Umpama
Penulis: Mangaraja Asal Siahaan
In Sosial, 350 - Administrasi Publik dan Ilmu Kemiliteran, Buku
Umpasa sering dipakai dalam ruang lingkup adat Batak Toba. Umpasa pada umumnya adalah sastra batak berupa rima pantun yang memiliki makna filsafat Batak yang berisi wejangan, doa dan harapan untuk orang yang menerima hata umpasa tersebut. Sedangkan Umpama adalah sastra perumpaan dalam adat Batak. Umpama merupakan mengekspresian sebuah ungkapan secara halus dan sopan sesuai norma adat yang berlaku. Dibawah ini tobatabo mencoba merangkum beberapa umpasa yang sering dipakai dan digunakan dalam ulaon adat ataupun kegiatan sehari-hari masyarakat Batak Toba.
Horja Siluluton
Penulis: Palti Siregar
In Sosial, 390 - Norma , Etika dan Tradisi, Buku
Horja adalah sebuah kegiatan yang cukuo besar atau bisa diartikan dengan dua makna (dalam konteks suku Batak Toba). Yang pertama ialah Horja yang memiliki hubungan dengan Bius, yang artinya Horja merupakan suatu perhimpunan yang terdiri dari beberapa Huta (satu horja bisa terdiri dari 10-15 huta). Sedangkan makna kedua ialah berhubungan dengan pesta marga diantara suku Batak Toba. Sedangkan arti lain berdasarkan bahasa Batak Angkola dan Mandailing, kata ''Horja'' merujuk pada arti sebuah pesta pernikahan.
Sitanduk Panjang
Penulis: K. Usman
In Sosial, 370 - Pendidikan, Buku
Sitanjuk Panjang adalah salah satu cerita rakyat yang berasal dari sumatera utara. Menceritakannya kembali dengan cara dan gaya baru serta bergambar dengan maksud lebih menarik minat pembaca terutama anak-anak agar tertrik untuk menaikmatinya dan memilikinya. Sebab, Cerita rakyat yang mengandung nilai-nilai moral luhur ini adalah bagian dari kekayaan negeri kita dan milik bersama.