Koleksi oleh Wasi Tinambunan
3 Koleksi ditemukan
Kisah Tetesan Air Mata ( Eluh Berru Tinambunan) Di Gunung Soppolon Sionom Hudon Sumatera Utara,
Penulis: Wasi Tinambunan
In Sosial, 398 - Cerita Rakyat dan Folklore, Buku
Ragam perjalanan hidup sepertinya telah melekat pada diri masing-masing dan tidak dapat dielakkan. Ini merupakan suratan tangan. Penguasa, pengayom, orang yang terbelenggu, tersiksa dan terpinggirkan, semua itu memiliki karakter yang berbeda pula. Kehidupan yang pahit tidak dapat dielakkan. Dan bagi orang beriman dari agama mana pun, di situlah letak rahasia kebesaran Tuhan. Putri Bittang Maratur atau disebut juga bernama Pittauli, dalam perjalanan hidupnya berakhir dengan keprihatinan yang menyedihkan. Bahkan, setelah wafat nama kecilnya pun hampir terlupakan, berubah sesuai keanehan yang terjadi pada jasadnya. Luka celaka karena terjatuh, mengeluarkan darah beruarna putih dari tubuhnya. Kesaksian kejadian tersebut menyebar, sebab itu ia disebut "Putri Berdarah Putih"
Cerita Rakyat Sionom Hudon Sumatera Utara
Penulis: Wasi Tinambunan
In Sosial, 390 - Norma , Etika dan Tradisi, Buku
Riwayat sebuah komunitas merupakan anugerah Tuhan bagi komunitas tersebut, sekaligus merupakan pertanda kebesaran Tuhan Sang khalik yang menciptakan dan menempatkan manusia dan keturunannya menjadi "penguasa alam semesta. Tuturan lisan turun-menurun Keluarga besar Sionom Hudon selayaknya dilestarikan agar memperkaya khasanah budaya lokal, khususnya pemahaman tentang Sionom Hudon. Dengan demikian, generasi penerus dapat mengetahui bagaimana indahnya peradaban lokal dan kisah-kisah leluhur mereka yang hidup pada zaman dahulu.
Kisah Tetesan Air Mata ( Eluh Berru Tinambunan) Di Gunung Soppolon Sionom Hudon Sumatera Utara
Penulis: Wasi Tinambunan
In Buku
Ragam perjalanan hidup sepertinya telah melekat pada diri masing-masing dan tidak dapat dielakkan. Ini merupakan suratan tangan. Penguasa, pengayom, orang yang terbelenggu, tersiksa dan terpinggirkan, semua itu memiliki karakter yang berbeda pula. Kehidupan yang pahit tidak dapat dielakkan. Dan bagi orang beriman dari agama mana pun, di situlah letak rahasia kebesaran Tuhan. Putri Bittang Maratur atau disebut juga bernama Pittauli, dalam perjalanan hidupnya berakhir dengan keprihatinan yang menyedihkan. Bahkan, setelah wafat nama kecilnya pun hampir terlupakan, berubah sesuai keanehan yang terjadi pada jasadnya. Luka celaka karena terjatuh, mengeluarkan darah beruarna putih dari tubuhnya. Kesaksian kejadian tersebut menyebar, sebab itu ia disebut "Putri Berdarah Putih"