Drs. H. Kadiman Desky, M.Arsyadi Ridha, SE,M.Sc,Ak,CA

Koleksi oleh Drs. H. Kadiman Desky, M.Arsyadi Ridha, SE,M.Sc,Ak,CA

5 Koleksi ditemukan
CERITA RAKYAT ASAHAN 1

Penulis: Drs. H. Kadiman Desky, M.Arsyadi Ridha, SE,M.Sc,Ak,CA

In Sosial, 390 - Norma , Etika dan Tradisi, Buku

By Super Deposit

Dahulu kala hiduplah seorang yang kaya raya. Mereka mempunyai seorang anak laki- laki bernama Amran. Amran adalah seorang pemuda yang rendah hati, ia berbeda sekali dengan orang tuanya yang sombong dan kikir. Suatu hari Amran bertemu dengan seorang gadis yatim piatu yang cantik dan soleha. Gadis itu bernama Aisyah. Sejak pertemuan itu Arman dan gadis itu saling jatuh cinta, maka Amran pun berniat melamar Aisyah. Namun sayangnya keuda orang tua Amran melarangnya berhubungan dengan Aisyah karena Aisyah adalah gadis miskin.

Etnis Aceh di Asahan

Penulis: Drs. H. Kadiman Desky, M.Arsyadi Ridha, SE,M.Sc,Ak,CA

In Buku

By Super Deposit

Suku Aceh (bahasa : Ureueng Aceh) adalah nama sebuah suku penduduk asli yang mendiami wilayah pesisir dan sebagian pendalaman Provinsi Aceh, Indonesia. Suku Aceh mayoritas beragama Islam. Bahasa yang dituturkan adalah bahasa Aceh, yang merupakan bagian dari rumpuh bahasa Melayu-Polinesia Barat dan berkerabat dengan bahasa Cham yang dipertuturkan di Vietnam dan Kamboja. Suku Aceh sesungguhnya merupakan keturunan berbagai suku, kaum, dan bangsa yang menetap di tanah Aceh. Pengikat kesatuan budaya suku Aceh terutama ialah dalam bahasa, agama, dan adat khas Aceh.

Etnis Batak Toba di Asahan

Penulis: Drs. H. Kadiman Desky, M.Arsyadi Ridha, SE,M.Sc,Ak,CA

In Sosial, 300 - Ilmu Sosial , Sosiologi dan Antropologi, Buku

By Super Deposit

Orang Batak adalah penutur bahasa Austronesia dimana bahasa dan bukti- bukti arkeologi menunjukkan bahwa orang yang berbahasa Austronesia berasal dari Taiwan yang telah berpindah ke wilayah Filipina dan Indonesia sekitar 2.500 tahun lalu pada zaman batu muda (Neolitikum). Belum diketahui kapan nenek moyang orang Batak pertama kali berada di Tapanuli dan Sumatera Timur. Karena hingga sekarang belum ada artefak Neolitikum yang ditemukan di wilayah Batak maka dapat diduga bahwa nenek moyang Batak baru bermigrasi ke Sumatera Utara pada zaman logam.

Etnis Minang di Asahan

Penulis: Drs. H. Kadiman Desky, M.Arsyadi Ridha, SE,M.Sc,Ak,CA

In Sosial, 300 - Ilmu Sosial , Sosiologi dan Antropologi, Buku

By Super Deposit

Budaya Minangkabau adalah sebuah budaya yang berkembang di Minangkabau serta daerah rantau Minang. Budaya Minangkabau merupakan salah satu dari dua kebudayaan besar di Nusantara yang sangat menonjol dan berpengaruh. Budaya ini memiliki sifat egaliter, demokratis, dan sintetik. Hal ini menjadi anti-tesis bagi kebudayaan besar lainnya, yakni Budaya Jawa yang bersifat feodal dan sinkretik.

Etnis Simalungun di Asahan

Penulis: Drs. H. Kadiman Desky, M.Arsyadi Ridha, SE,M.Sc,Ak,CA

In Sosial, 300 - Ilmu Sosial , Sosiologi dan Antropologi, Buku

By Super Deposit

Sejak awal abad ke-20 nama 'Simalungun' digunakan oleh Pemerintah Hindia Belanda untuk wilayah pemerintahan bawahan dari wilayah Keresidenan Sumatera Timur, yakni yang disebut Simeloengoen en Koralanden. Yang dimaksud dengan Simeloengoen (Simalungun) adalah Kerajaan Siantar, Kerajaan Tanoh Jawa, Kerajaan Panei, Kerajaan Dong Silau, Kerajaan Raya, Kerajaan Purba dan Kerajaan Silimakuta, yang masing-masing menandatangani semacam perjanjian (dikenal sebagai Korte Verklaring,'Perjanjian Pendek,) dengan Pemerintahan Hindia Belanda pada tahun 1904 (dan diperbaharui tahun 1907).