eDeposit
699 Koleksi ditemukan
Langit Kirmizi Kesah Menarik dari Medan
Penulis: A. Rahim Qahhar
Sejak menghadiri Persidangan Penulis ASEAN 1977 di Kuala Lumpur dan beberapa kali pertemuan sastera di Malaysia, dia berusaha menimba karya kreatifnya melalui puisi, cerpen novel dan juga skrip lakon untuk pentas dan televisyen. Cerpennya tersiar dalam antologi “Titian Laut” (DBP 1984) dan skrip lakon “GMT" dalam antologi "Titian Laut 11"( DBP 1986). Pada awalnya dia (DBP 1986).
Kumpulan Pantun Melayu
Penulis: Zainal Arifin Aka
Setiap buku yang diterbitkan oleh penulis dan penerbitnya pasti diharapkan dapat dibaca oleh kalangan yang lebih luas. Pada sisi lain pembaca mernghadapkan agar buku yang dibacanya itu dapat menamnbah wawasan dan pengetahuannya. Penyediaan buku Kumpulan Pantun Melayu karya Drs. Zainal Arifin, AKA ini dapat menambah penguasaan perbendaharaan Pantun Melayu khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya.
Mengenal Batak
Penulis: Ismail Manalu
In Sosial, 392 - Upacara dan Ritual, Buku
Semenjak penulis memanggul bedil selaku perajurit TNI dari tahun 1945 sampai masa pensiun tahun 1976 beranjak kaki dibanyak dacralı pedalaman tanah air Indonesia menggu- gah hati penulis untuk memberanikan diri menggoreskan pena yang lepas dari buah pemikiran para penulis barat, ataupun mereka yang penulisannya banyak terpengaruh jalan pikiran mereka para pendatang ala kabarat-baratan menulis tentang kebudayaan dan adat istiadat suku bangsa Batak
Arca, Makara dan budaya: Mitologi, Makna, Gaya Seni
Penulis: Andri Restiyandi
In Buku, Seni dan Rekreasi, 730 - Patung, Keramik dan Seni Metal
Kajian terhadap koleksi berupa arca mākara maupun buaya dari tinggalan masa Hindu-Buddha dari Kawasan Kepurbakalaan Padang Lawas dimaksudkan untuk mengumpulkan dan menjaring data baik melalui studi pustaka maupun observasi lapangan untuk dapat menghadirkan informasi yang memadai tentang objek yang dimaksud. Informasi tersebut nantinya diharapkan dapat dipergunakan sebaik-baiknya untuk kepentingan yang lebih luas.
Adat Simalungun Na Isusun
Penulis: Salmon Sinaga
In Sosial, 390 - Kebudayaan Umum, Buku
Budaya terdiri dari adat istiadat, bahasa, dan lain-lain. Berdasarkan hasil seminar budaya, Bahasa dan Budaya Simalungun didasari oleh prinsip Habonaron Do Bona, yang berarti "Kebenaran adalah pangkal", dan ini menjadi moto lambang Kabupaten Simalungun. Selain itu, ungkapan Sapangambei Manoktok Hitei, yang berarti "Bersama-sama membangun jembatan" atau bekerja sama, bergotong royong untuk membangun, juga menjadi semboyan yang kuat dan digunakan sebagai moto lambang Kota Pematangsiantar.Filosofi budaya Simalungun juga tercermin dalam filosofi Adat Simalungun, yaitu Tolu Sahundulan, Lima Saodoran, yang mengacu pada nilai-nilai kebersamaan dan kerja sama dalam masyarakat.