eDeposit

699 Koleksi ditemukan
Sukses dalam segala hal : 21 kunci sukses untuk meraih kesuksesan di bumi dan di surga

Penulis: Maruli Pardamean

In Buku, Filsafat dan Psikologi

By Super Deposit

Naluri alami setiap manusia adalah ingin berhasil dalam Narip hidup. Oleh karena itu, ia mengerahkan segala upaya untuk meraih keberhasilan. Ada orang yang mengusahakannya dengan bekerja keras, ada yang mengadopsi dan meniru temuan orang lain, tidak sedikit juga orang yang meraih sukses karena keberaniannya menanggung risiko. Banyak juga orang yang sukses karena kreativitas dan inovasinya, tetapi ada juga yang memilih cara tidak masuk akal, misalnya dengan menggandakan uang atau menggantungkan harapan pada nasib baik. Namun sayang, jalan pintas menuju keberhasilan kerap kali justru menjerumuskan. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa sukses memerlukan proses.

Kajian Koleksi Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara Menenun Asa: Uis Karo dan Eksistensinya

Penulis: Dharma Kelana Putra, dkk

In Sosial, 390 - Norma , Etika dan Tradisi, Buku

By Super Deposit

Mungkin tidak banyak yang tahu, bahwa di sumatera utara ada satu wastra atau kain tradisional yang bernama uis. Wastra ini berasal dari suku karo, salah satu suku asli yang ada di sumatera utara. Istilah uis ini memang cukup asing di telinga karena orangmungkin lebih familier dengan ulos dan songket. Secara harfiah, uis merajuk pada kain atau wastra uang di buat dengan cara di tenun. Sama seperti ulosnya orang toba hanya saja dengan bentuk, funsi, dan penggunaanya yang beda.

Morfologi dan Sintaksis Bahasa Batak Simalungun

Penulis: Urich H. Damanik,dkk

In Buku

By Super Deposit

Dalam Rencana Pembangunan Lima Tahun (1979/1980 - 1983/1984) te- lah digariskan kebijaksanaan pembinaan dan pengembangan kebudayaan na- sional dalam berbagai seginya. Dalam kebijaksanaan ini, masalah kebahasaan dan kesastraan merupakan salah satu masalah kebudayaan nasional yang perlu digarap dengan sungguh-sungguh dan berencana sehingga tujuan akhir pembi- naan dan pengembangan bahasa Indonesia dan bahasa daerah, termasuk sas- tranya, tercapai. Tujuan akhir itu adalah berkembangnya bahasa Indonesia sebagai sarana komunikasi nasional dengan baik di kalangan masyarakat luas.

Tedeh-tedeh Perukuren

Penulis: Henry Guntur Tarigan

In Sosial, 390 - Norma , Etika dan Tradisi, Buku

By Super Deposit

Dalam buku ini dimuat dua buah cerita atau "turi-turin" Karo berikut embaca buku ini terjemahan dia dan tidak terlalu bebas, artinya masih terikat agar dapat pula di dalam bahasa Indonesia. Perlu kami tegaskan bahwa ter- bermanfaat bagi yang berminat meneliti struktur bahasa Karo. Semoga kelak ada sastrawan yang berminat menyadurnya ke dalam bahasa Indonesia de- ngan bahasa sastra yang indah dan menawan hati untuk memperkaya khazanah sastra Indonesia.

Sastra Lisan Batak Toba

Penulis: Nelson Lumbantoruan

In Buku, Umum, 090 - Manuskrip dan Buku Langka

By Super Deposit

Sastra terdiri atas tiga bagian yaitu: sastra lisan, sastra tulis, dan sastra cetak. Sastra lisan adalah merupakan warisan leluhur yang diturunkan dari generasi ke generasi secara lisan. Sebagian terbesar sastra Batak tidak pernah ditulis, demikian menurut Profesor Uli Kozok, seorang pakar sastra Batak yang sangat terkenal karena penemuannya terhadap komputerisasi aksara Batak. Beliau mengatakan bahwa walaupun orang Batak sudah berabad-abad memiliki tulisan sendiri, mereka tidak pernah menggunakan sistem tulisannya untuk tujuan sehari-hari, melainkan hanya secara lisan saja

Transliterasi dan Terjemahan Naskah Batak Angkola

Penulis: Nelson Lumbantoruan

In Buku, Umum, 090 - Manuskrip dan Buku Langka

By Super Deposit

Etnik Batak adalah salah satu etnik di Indonesia yang mempunyai aksara tersendiri. Aksara Batak berinduk pada Aksara Pallawa, termasuk keluarga tulisan India. Pengertian naskah Batak dalam penulisan ini meliputi naskah-naskah pada sub-etnik Batak Angkola Mandailing, Toba, Simalungun, Pakpak/Dairi dan Karo. Aksara Batak telah lama digunakan sebagai media di dalam kehidupan orang Batak. Tradisi sastra tulis masyarakat Batak pada masa lampau ditandai dengan adanya ribuan naskah yang diwariskan hingga sekarang ini

Berkala Arkeologi Sangkhakala

Penulis: Haris Sukendar

In Sejarah dan Geografi, 900 - Sejarah, Buku

By Super Deposit

Indragiri Hulu, Riau menempati lahan seluas sekitar 12 hektar. Kondisi permukaan tanah kompleks makam tidak rata, tanah di bagian selatan lebih tinggi daripada tanah di bagian utara. Pada kompleks pemakaman tersebut terdapat empat kelompok makam yaitu: kelompok makam Narasinga II, Kesedengan, Raja Usman Fadillah, dan kelompok makam Andi Sampu Muhammad. Batas kompleks makam bagian selatan berupa gundukan yang merupakan sisa dari benteng tanah (Sutrisna & Soedewo, 2001). Sebelah barat berupa jalan aspal dan benteng tanah, sebelah utara jalan tanah dan di sebelah timur berupa tanaman karet (Hevea brassiliensis) dan lamtoro (Leucaena glauca).

Horja Sayur Matua

Penulis: Mansen Purba,dkk

In Sosial, 390 - Norma , Etika dan Tradisi, 393 - Kematian dan Pemakaman, Buku

By Super Deposit

Saya sudah lama berkeinginan untuk menulis tentang adat istiadat Simalungun, namun selalu lamban dalam memulainya. Suatu hari, setelah berdiskusi panjang lebar tentang adat Simalungun, muncul juga keluhan, kenapa tidak ada yang menuliskan adat istiadat tersebut di buku, agar ada yang bisa dibaca dan diikuti di kemudian hari. Saat percakapan sedang berlangsung, muncullah kata-kata, "Bukankah sebagian kutukan itu ditujukan kepadamu? Mengapa kamu tidak menuliskannya?" Keinginan lama untuk menulis tentang adat istiadat pun bangkit kembali. Begitulah asal muasal buku ini. Dalam perbincangan tersebut juga diputuskan untuk tidak mencoba menuliskan semua adat istiadat dalam sebuah buku. Lebih baik setelah satu. Tugasnya adalah menuliskan semuanya dalam buku biasa. Karena ada buku yang bisa dibaca tentang upacara pernikahan, jelas juga tentang upacara sayur matua

Sipirok Pardomean

Penulis: Soetan Pangoerabaan

In Sosial, 390 - Norma , Etika dan Tradisi, Buku

By Super Deposit

"Sipirok Pardomuan" agar tidak terulang kembali, ingatan tentang yang sudah lama hilang, seperti dua atau tiga, yang telah melewati Lidoeng Adjaran agar menjadi tertanam dalam setiap tindakan yang tercatat dalam buku ini. Oh, tidak ada yang dapat memegang teguh sesuatu tanpa mendengarnya dengan jelas. Tetapi buku ini belum juga cukup untuk menyampaikan semua kenangan tentang tanah yang disayangi, tentang dua atau tiga yang tidak akan terlupakan. Namun demikian, seperti itulah yang dikatakan, seolah-olah terikat erat seperti simpul pada kayu andor.