eDeposit
699 Koleksi ditemukan
Naskah Kuno Batak Pustaha Laklak 06
Penulis: No Name
In Naskah Kuno Sumut, Naskah Kuno Batak
Disarankan untuk di terjemahkan
Naskah Kuno Batak Pustaha Laklak 05
Penulis: No Name
In Naskah Kuno Sumut, Naskah Kuno Batak
Disarankan untuk di terjemahkan
Naskah Kuno Batak Pustaha Laklak 04
Penulis: No Name
In Naskah Kuno Sumut, Naskah Kuno Batak
Disarankan untuk di terjemahkan
Naskah Kuno Batak Pustaha Laklak 03
Penulis: No Name
In Naskah Kuno Sumut, Naskah Kuno Batak
Disarankan untuk di terjemahkan
Naskah Kuno Batak Pustaha Laklak 02
Penulis: No Name
In Naskah Kuno Sumut, Naskah Kuno Batak
Disarankan untuk di terjemahkan
Naskah Kuno Batak Pustaha Laklak 01
Penulis: No Name
In Naskah Kuno Sumut, Naskah Kuno Batak
Disarankan untuk di terjemahkan
Piso Surit (Kumpulan Puisi/Syair Lagu Ciptaan Djaga Depari)
Penulis: Prof. dr Henry Guntur Tarigan
In Buku, Literatur dan Sastra, 890 - Sastra dari Bahasa Lain (Non Barat)
Piso Surit merupakan sebuah karya literasi yang mendokumentasikan salah satu lagu tradisional paling ikonik dari etnis Karo, yaitu lagu Piso Surit. Lagu ini tidak hanya terkenal di kalangan masyarakat Karo, tetapi juga dikenal luas di berbagai daerah sebagai representasi kekayaan seni dan budaya tradisional Sumatera Utara. Dengan lirik yang puitis dan melodi yang menyentuh, Piso Surit mengisahkan tentang perasaan rindu yang mendalam, kesetiaan, dan ketulusan cinta seseorang yang menanti kekasihnya kembali.
Pantun Pantun Ate Keleng
Penulis: Pdt. R. Sembiring
In Buku, Literatur dan Sastra, 890 - Sastra dari Bahasa Lain (Non Barat)
Kumpulan pantun berbahasa Karo yang bertemakan "Ate Keleng" atau "Hati yang Penuh Cinta". Disusun dengan tujuan untuk melestarikan sastra lisan suku Karo, e-book ini menyajikan berbagai pantun cinta yang menggambarkan nilai-nilai kasih sayang, rasa rindu, hingga petuah bijak dalam konteks budaya lokal.
Katalog Peralatan Pertukaran dan Pandai Besi Koleksi Museum Negeri Propinsi Sum. Utara
Penulis: Drs. Hasanuddin
In Buku, Teknologi, 610 - Kesehatan dan Obat-obatan
Pertukangan muncul jauh sebelum masehi yaitu pada masa perundagian. Kehidupan manusiapada masa itu bercocok tanam dan hidup secara menetap. Manusia berdaya upaya meningkatkankegiatan-kegiatannya guna mencapai hasil yang sebesar-besarnya dalam memenuhi kebutuhanhidupnya. Berbagai usaha dilakukan menuju kesempurnaan kegiatan yang sudah mulaidilaksanakan misalnya dalam bidang pertanian, peternakan, pembuatan alat-alat keperluan hidup,yang terpenting (kemajuan) pada masa ini adalah mulai dikenal peleburan biji-biji logam.