Sejarah Masuknya Islam Kebandar Barus Sumatera Utara
(0 User reviews)
5
-
Sasterawan
1973
-
71
ID
Indonesia
Bandar Besar yang dikenal waktu itu sebagai penghasil kapur Barus dan kemenyan adalah Bandar Barus. Hasil ini begitu mahal.nya serupa dengan harga Emas. Karena itulah Bandar besar yang perlu disinggahi dari Barat ke Timur,Karena itu, bisalah dipastikan, bahwa dalan abad ke 7 itu negeri yang ada dipantai Barat Sumatera hanyalah satu-satunya Bandar Barus beika Đapata dijaikat pegangan bahwa Barasah yang pertama di masuki oleh agama Islam itu, diabad ke 7 itu, dibawak oleh pelaut Arab tadi. Dalam tahun l1963 pada Seminar masuknya Islam di kota Medan saya sudah menckankan demikian.
Bandar Besar yang dikenal waktu itu sebagai penghasil kapur Barus dan kemenyan adalah Bandar Barus. Hasil ini begitu mahal.nya serupa dengan harga Emas. Karena itulah Bandar besar yang perlu disinggahi dari Barat ke Timur,Karena itu, bisalah dipastikan, bahwa dalan abad ke 7 itu negeri yang ada dipantai Barat Sumatera hanyalah satu-satunya Bandar Barus beika Đapata dijaikat pegangan bahwa Barasah yang pertama di masuki oleh agama Islam itu, diabad ke 7 itu, dibawak oleh pelaut Arab tadi. Dalam tahun l1963 pada Seminar masuknya Islam di kota Medan saya sudah menckankan demikian. Tetapi banyak para penentang - penentang pendapat Saya tu menyatakan, bahwa Islam pertama kali masuknya di Aceh dan ada juga yang menyatakan di Palembang dan pulau Jawa ? Dalam buku kecilku int dapatlah setiap orang, terutama ahli ahli sejarah, dan perguruan-perguruan tinggi, baik di Indonesia atau Malaysia, dapat membaca dengan jujur dan mengikuti dengan cermat betapa Bandar Barus itu adalah satu Bandar besar di Sumatera Utará sebelumn abad ke 7 Masehi.Sebab itulah patutlah menjadi kebanggaan bagi daerah Propinsi Sumatera Utara, bahwa dengan alasan-alasan yang terdapat dalam buku ini, memberikan pegangan kuat, bahwa Islam itu betul-betul untuk pertama kalinya dimasukkan di Bandar Barus Sumatera Utara