Potret Sebuah Paroki, Pendirian, Pertumbuhan dan Kehidupan Paroki Pangururan
(0 User reviews)
4
2008
155
Indonesia
Indonesia
Memberikan perhatian pada sejarah merupakan salah satu bentuk kerasulan yang menarik. Kita dapat berterima-kasih kepada Pastor Ompung Radboud Waterreus OEMCap dan Pastor Gentilis (wartawan Misi Kapusin Belanda) yang meninggalkan lisan-tulisan dan foto-foto mengenai pendirian, perkembangan dan hidup Misi Katolik di Samosir.
Memberikan perhatian pada sejarah merupakan salah satu bentuk kerasulan yang menarik. Kita dapat berterima-kasih kepada Pastor Ompung Radboud Waterreus OEMCap dan Pastor Gentilis (wartawan Misi Kapusin Belanda) yang meninggalkan lisan-tulisan dan foto-foto mengenai pendirian, perkembangan dan hidup Misi Katolik di Samosir. Sayang bahwa karangan mereka ditulis dalam Bahasa Belanda sehingga tidak dapat dibaca oleh kebanyakan orang.Buku 'Potret Sebuah Paroki' ditulis atas dasar tulisan dua pastor yang disebut namanya diatas. Tujuan kami menulis dan menterjemahkan buku tersebut dengan maksud untuk membangkitkan semangat di dalam hati generasi Batak melihatperjuangan para perintis gereja Katolik di Samosir. Suka dan duka para misionaris. yang membuka gereja Katolik di Pulau Samosir, pantas diingat dan kiranya dapat mendorong serta mnembantu para pembaca untuk lebih mencintai Gerejanya. Selama 43 tahun Pastor Ompung Radboud Waterreus OFMCap tinggal di Samosir, terlebih di Pangururan. Diaselalu berjalan kaki mnengunjungi stasi-stasi, bermalam di kampung, memberi katekese dan merayakan Ekaristi. Begitu pastor ini dikenal orang: selalu berjalan-kaki, membawa tongkat, pakai topi dan selalu berjubah kapusin. Pastor ini meninggal dunia di Pangururan pada tahun 1994. Pada akhir hidupnya beliau menjadi seorang legendaris.