Pantun Melayu
(0 User reviews)
7
-
Balai Pustaka
1991
-
244
ID
Indonesia
Adapun akan mengeluarka pikiran dalam sesuatu bahasa bahasa yang bersajak, adalah dua jalannya, yaitu dengan jalan yang besajak, dalam bahasa melayu pantun dan syair, dan kedua dengan menurut jalan bahasa yang tidak bersajak atau jalan yang biasa. Menyatakan pikiran dengan jalan bersajak itu tentu lebih sukár daripada dengan jalan yang biasa itu.
Adapun akan mengeluarka pikiran dalam sesuatu bahasa bahasa yang bersajak, adalah dua jalannya, yaitu dengan jalan yang besajak, dalam bahasa melayu pantun dan syair, dan kedua dengan menurut jalan bahasa yang tidak bersajak atau jalan yang biasa. Menyatakan pikiran dengan jalan bersajak itu tentu lebih sukár daripada dengan jalan yang biasa itu. sebab kerap kali pikiran itu harus diringkaskan atau dikiaskan atau disindirkan saja, tetapi karena itulah pula bagi Orang yang agak dalam pengetahuannya tentang perkara bahasa, pantun dan syair itu lebih sedap rasanya, sebab lebih tajam dan dalam maknanya.